Bocah menjadi korban ganda: korban dari insiden yang ia sendiri picu (tanpa sepenuhnya memahami konsekuensinya), dan korban dari sistem yang gagal mengajarinya tentang tanggung jawab dan empati.
Apakah kedekatan yang dibentuk oleh fokalisasi internal benar-benar menghadirkan empati atau justru memperhalus luka dengan membuat penderitaan tampak puitis dan bisa dikonsumsi dengan nyaman?