Lewati ke konten
Program Suku Sastra

Resiliensi Tanpa Henti

Program · Mila Anggreni
September 29, 2026

Perlahan Ikatan Emosiku Terbangun Penuh

Pertama kali dalam perjalananku setelah lulus kuliah mendapatkan pekerjaan yang luar bisa tanpa kuduga. Saat itu, masa pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun ketiga. Pertengahan tahun 2022, aku…

Program · Kurnelia S.R.
September 29, 2026

Aku, Kamu, dan Rajutan Tuhan

Seorang laki-laki Tuli berkata padaku dengan bahasa isyarat, “Aku suka kamu, pacar mau?’’ Penerimaanku, “Aku mau teman kamu.’’ Naaah…, dengan level pemahaman isyaratku yang masih cetek, kujawab dengan…

Program · Retnoningsih
September 29, 2026

Berjuang Bersama

Seiring berjalannya waktu yang sudah kami lewati, kami sudah mulai berdamai dengan semua keadaan yang terjadi pada anak kami. Dan kami percaya bahwa anak kami adalah titipan dari…

Program · Istinganah
September 29, 2026

Menggandengnya hingga Dia Ingin Berjalan Sendiri

Teriakannya yang histeris selalu terdengar dari rumah ke rumah sekitar kami. Orang yang tidak menyaksikannya mungkin akan mengira aku sebagai ibunya memukul atau melukainya secara fisik. Tak jarang…

Program · Dyah Ruwiyati
September 28, 2026

Rapsodi untuk Anakku

Selembar kertas dalam genggaman menghampar di hadapan mataku. Sertifikat penghargaan dari ajang pameran seni rupa bergengsi yang rutin digelar oleh pemerintah D.I. Yogyakarta. Terukir nama Nadya Annisa, bungsuku…

Puisi Terbaru

Puisi-Puisi Abdul Wachid B.S.
Puisi · Abdul Wachid BS
September 10, 2026

Puisi-Puisi Abdul Wachid B.S.

Rumah Berdiri setelah retak itu mereda tidak ada lagi yang ingin dibuktikan oleh tangan rumah tetap berdiri meski sebagian dariku pernah memilih menjauh tanpa suara di ambang pintu…

Puisi-Puisi Moch Aldy MA
Puisi · Moch Aldy MA
September 3, 2026

Puisi-Puisi Moch Aldy MA

Membaca Nietzsche di Turin kau peluk kuda bisu itu seolah ia bisa menjinakkan badai tak bernama yang mematahkanmu telak. sedang di meja selembar surat tak sempat kau kirimkan:…

Puisi-puisi R. Abdul Azis
Puisi · R. Abdul Azis
August 10, 2026

Puisi-puisi R. Abdul Azis

Rajah Sarung Batin Kami ya batin yang saling silang tenun kami tiada hilang simpul menahan simpul erat anyam lelaku tak cuma riam tiada sekat selapis selapis tak tercekat…

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS
Puisi · Isbedy Stiawan ZS
August 10, 2026

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS

PESTA ITU DIGELAR BULAN JUNI pesta itu digelar bulan Juni sebelum 12 purnama berlalu para tamu seluruh negeri ditambah negeri tetangga menyeret langkah ke pesta — gembira nyanyikan…

Puisi-puisi Valentino S.
Puisi · Valentino S.
July 21, 2026

Puisi-puisi Valentino S.

Kalimat Paling Sepi Adalah Tubuh Sendiri Tubuhku pernah jadi padang, dihinggapi makna yang samar dan terang. Pundak menyimpan beban yang diam-diam matang, sementara tulang, hanya tahu caranya menegang.…

Cerpen Terbaru

Parang di Tepi Pantai
Cerpen · Wahid Kurniawan
August 10, 2026

Parang di Tepi Pantai

Lenguhan parau membelah udara ketika parang itu menebas lehermu. Di detik saat nyawamu melangit, pandangamu justru bisa melihat keramaian itu. Orang-orang mengitarimu, wajah mereka menyiratkan kepuasan. Lima orang…

Mengapa Ada Hari yang Buruk untuk Mangongkal Holi
Cerpen · Radja Sinaga
July 21, 2026

Mengapa Ada Hari yang Buruk untuk Mangongkal Holi

Mataku terbuka perlahan ketika langit sudah biru cerah. Tak ada gumpalan-gumpalan air dan kristal es yang memadat di atas sana dan tiba-tiba berubah menjadi gelap. Kepalaku terasa berdenyut…

Cerita Horor Masa Depan
Cerpen · Carisya
June 20, 2026

Cerita Horor Masa Depan

Kaget sekali Dia begitu tahu kalau Mima, sahabat dari sekolah menengahnya, akan melangsungkan pernikahan. Walau sudah lama tidak berjumpa dan tidak bergurau lebih dari dua dasawarsa, kaget Dia…

Origami
Cerpen · Daisy Rahmi
May 25, 2026

Origami

Kaki telanjangku menginjak sesuatu. Tangan terulur ke lantai, heran melihat burung kertas di jepitan ibu jari dan telunjuk. Aku nyalakan lampu kemudian melangkah perlahan menyusuri tangga, melewati burung-burung kertas di undakannya. Aku merinding. Suasana sepi dan ruang bawah yang hanya diterangi sinar dari atas terasa menyeramkan.    

Malaikat Ajal Untuk Nono
Cerpen · Mimah Nur Baiti
April 30, 2026

Malaikat Ajal Untuk Nono

Keduanya menghindar dari pilu yang berlarian dan sesak tanpa bentuk, tak berkesudahan. Mata-mata mereka memata-matai sekitar. Mereka ingin sekali mengingat sesuatu, tetapi yang ada hanya gelap. Ini hitam, merah, bau, dan basah. Hanya kebekuan malam yang mereka rasa dan keberisikan tikus tanah yang rumahnya rusak dihujam gemuntur sampai lebur.

Esai Terbaru

Puisi Mendadak Ramai, Kita yang Mendadak Seniman
Esai · Wahyu Tanoto
September 18, 2026

Puisi Mendadak Ramai, Kita yang Mendadak Seniman

Beberapa hari lalu, saya sempat tertegun cukup lama di depan layar ponsel, sampai kopi hitam di gelas saya dingin tanpa sempat diseruput. Gara-garanya, di sebuah platform video pendek…

Esai · Faruk HT
August 23, 2026

Sastra Sebagai Laku Akademik

Karena Plato bilang seniman, tentunya sastrawan termasuk di dalamnya, adalah peniru dari tiruan. Jaraknya dari yang asli, yang disebutnya sebagai dunia ide, membentang jauh dan berlapis. Dalam agama…

Sialnya Menjadi Seorang Penerjemah
Esai · Zulfah Nur Alimah
August 10, 2026

Sialnya Menjadi Seorang Penerjemah

Saya akan mengawali tulisan ini dengan sebuah kalimat klise yang telah bertebaran di mana-mana: penerjemah merupakan jembatan antarkebudayaan.  Dalam kalimat tersebut, penerjemah terkesan keren betul dan pekerjaannya tampak…

Menanggung Jarak
Esai · Via Ajeng Mulyani
July 21, 2026

Menanggung Jarak

Mengingat kembali adegan awal dalam Mrs. Dalloway karya Virginia Woolf ketika Clarissa baru saja keluar untuk membeli bunga. Ia berjalan di Bond Street, merasakan kegembiraan tipis dari hiruk-pikuk…

Peristiwa Suku Sastra

Lihat Semua →

Jejaring Komunitas

Lihat Semua →

Belum ada komunitas terbaru.

Mau kirim karya? Yuk baca ketentuan redaksi.