Kuala Barus

Tersentak, tapi aku tak mampu membuka mataku. Suara itu seperti datang dari dunia sini, dari suara yang kukenal. Tak mungkin ia penjelmaan hantu. Tak mungkin. Aku menolak percaya bahwa ia memegang kunci tentang sejarah yang hilang di Kuala Barus ini. Ia bukanlah tuan putri kamper. Dan aku –

Ada Aul di Desa Itu

Kinasih berdiri menatap bayang rimbun pohon mangga di halaman rumah yang berangsur gelap. Terdengar suara tarkim dari jauh bersaut suara adzan. Satu demi satu cahaya timbul. Tetapi, halaman rumahnya masih remang. Ia pikir sudah terlambat untuk keluar menyalakan sentir. Bukan tanpa sebab ia begitu khawatir. Melainkan, jabang bayi dalam perutnya menjadi pertaruhan.