Sumber: https://medium.com/permata-adinda/intan-paramaditha-hegemoni-harus-dikritik-8d93a07dc258

Sumber: https://medium.com/permata-adinda/intan-paramaditha-hegemoni-harus-dikritik-8d93a07dc258

Lahir di Bandung, 15 November 1979. Seorang pengarang asal Indonesia dan dosen di Department of Media, Music, Communication and Cultural Studies di Macquarie University, Sydney. Lulus dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Sastra Inggris pada tahun 2001. Kemudian, melanjutkan studinya di University of California, San Diego, dan mendapatkan gelar Master of Arts pada tahun 2007. Pada tahun 2014, ia mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang kajian sinema dari New York University.

Karya fiksi dan akademiknya banyak membicarakan gender dan seksualitas, budaya, dan politik. Cerpen-cerpen yang ditulisnya banyak menggabungkan mitos, horor, dan cerita-cerita lama, yang diolah dengan perspektif feminis. Karya-karyanya berhasil mendedah tabu-tabu perempuan yang selama ini berkelindan di masyarakat. Selain Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (2017) sebagai novel debutnya, Intan juga telah menerbitkan beberapa buku kumpulan cerita pendek: Sihir Perempuan (2005) dan Kumpulan Budak Setan (2010, bersama Ugoran Prasad dan Eka Kurniawan. Sebagai bentuk penghargaan kepada Abdullah Harahap, penulis horor terkenal tahun 1970 dan 1980-an). Pada tahun 2018, Apple and Knife, kumpulan cerpen yang diambil dari Sihir Perempuan dan Kumpulan Budak Setan, diterbitkan oleh penerbit independen Australia, Brow Books, divisi majalah sastra The Lifted Brow. Cerpen-cerpen yang dipilih dalam Apple and Knife diterjemahkan oleh Stephen J Epstein. Penerima penghargaan sastra Pena Kencana 20 Cerpen Terbaik indonesia untuk karyanya yang berjudul Apel dan Pisau (2008) dan Satu Kunang-Kunang, Seribu Tikus (2009); 5 besar Khatulistiwa Literary Awards (2005) untuk bukunya Sihir Perempuan; cerpenis terbaik Kompas 2013 melalui cerpen Klub Solidaritas Suami Hilang; Karya Sastra Terbaik Tempo untuk Prosa Fiksa (2017) untuk novelnya, Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu. Tulisan ilmiahnya dalam artikel dan buku, antara lain, “City and Desire in Indonesian Cinema”, Inter-Asia Cultural Studies (2011); “Passing and Conversion Narratives: Ayat-ayat Cinta and Muslim Performativity in Contemporary Indonesia”, Asian Cinema (2010); “Perspektif Gender dalam Kajian Film”, Jurnal Perempuan (2009); “Cinema, Censorship, and Sexuality in Post-Suharto Indonesia”, Anthology of Independent South East Asian Cinema (2011); “Indonesian Women Filmmakers”, Dictionnaire des femmes créatrices (2011); “Women Filmmakers in Indonesia”, Encyclopedia of Women and Islamic Cultures (2010), “Kata Pengantar”, Kuasa dalam Sinema: Negara, Masyarakat dan Sinema Orde Baru (2009). Selain banyak memberikan ceramah dalam undangan di forum akademik dan festival sastra/seni, Intan juga terlibat dalam proyek feminis yang berfokus pada seni dan budaya Indonesia.