Erni Aladjai

Lahir pada 7 Juni 1985, di Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Lipulalongo. Erni adalah puteri sulung dari sepasang petani cengkeh: Hasarudin Aladjai dan Mardia Abd Karim. Saat usianya 15 tahun, ia memutuskan untuk merantau ke kota kabupaten. Menamatkan kuliahnya di jurusan Sastra Perancis, Universitas Hasanuddin Makassar. Ketertarikannya terhadap bahasa Perancis dimulai sejak ia di bangku SMA. Sebelum memutuskan menjadi penulis penuh waktu, ia sempat bekerja sebagai wartawan di Makassar, penyunting berita. Kemudian ia memutuskan menulis penuh waktu. Selain menulis, ia bekerja sebagai penyunting novel lepas.

Karya-karyanya baik berupa puisi, esai, cerpen, dan novelet dimuat di media setempat dan nasional. Cerita pendeknya Sampo Soie Soe, Si Juru Masak menjadi pemenang ketiga dalam Jakarta International Literary Festival (JILFest) Tahun 2012, dua noveletnya, Rumah Perahu dan Sebelum Hujan di Seasea menjadi pemenang ke-II dan pemenang ke-III dalam Sayembara Cerber Femina 2011. Di tahun yang sama, novelnya Kei meraih pemenang unggulan dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teruga meraih juara ketiga Sayembara Novel DKJ 2019

Bukunya yang sudah terbit: Pesan Cinta dari Hujan (Insist Press, 2010), 9 Pengakuan – Seuntai Kidung Mahila (Mahila Press, 2012), Ning di Bawah Gerhana (Bumen Pustaka Emas, 2013) dan Kei (GagasMedia 2013), Dari Kiara Untuk Seekor Gagak (Gramedia Pustaka Utama, 2014), Haniyah dan Ala di Rumah Teruga (Kepustakaan Populer Gramedia, 2021).