Sumber: https://trenzindonesia.com/edutainment/menjadi-manusia-dengan-sastra-dalam-catatan-budi-darma-bag-1/

Sumber: https://trenzindonesia.com/edutainment/menjadi-manusia-dengan-sastra-dalam-catatan-budi-darma-bag-1/

Lahir pada 25 April 1937 di Rembang, Jawa Tengah. Menamatkan pendidikan sekolah dasarnya pada 1950 di Kudus, Jawa Tengah, sekolah menengah pertama pada 1953 di Salatiga, Jawa Tengah, dan sekolah menengah atas pada 1956 di kota Semarang. Melanjutkan pendidikannya di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada, dan selesai pada tahun 1963 dengan judul skripsinya Tragic Heroes in the Plays of Marlowe.Setamat dari Universitas Gadjah Mada, atas biaya Fullbright, ia melanjutkan studinya di Universitas Indiana, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Arts in English Creative Writing pada 1975. Judul tesisnya The Death and the Alive. Pada 1980, di universitas yang sama, Budi Darma merampungkan pendidikan Doktornya dengan disertasi berjudul Character and Moral Judgement in Jane Austien’s Novel. Sejak tahun 1963 hingga sekarang, Budi Darma mengajar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selain menjadi dosen, Budi Darma juga pernah menjabat Ketua Jurusan Sastra Inggris (1963-1970 dan 1980-1984), Dekan Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (1963-1966 dan 1970-1974), dan Rektor IKIP Surabaya (1984-1988). Pada 1980 ia menjadi visiting associate research di Universitas Indiana. Budi Darma juga tercatat sebagai anggota Modern Language Association (MLA), New York (1977-1990). Namanya tercatat dalam buku Who’s Who in The World (1982-1983).

Kesenanganya dalam membaca ditularkan oleh ibunya. Orang tua Budi Darma, terutama ibunya, memiliki tradisi membaca yang baik untuk ukuran zamannya. Selain itu, ketika berkuliah di Universitas Gadjah Mada, Budi Darma tinggal di rumah pamannya, Prof. Mr. Notosusanto (ayah Prof. Dr. Nugroho Notosusanto). Diskusi ilmiah yang sering dilakukan pamannya telah membuka dan memperluas cakrawala keilmuan Budi Darma.

Hasil karya Budi Darma berbentuk cerpen, novel, esai, dan puisi yang tersebar di berbagai media massa, baik dalam maupun luar negeri. Budi darma dianggap memelopori penggunaan teknik kolase, yaitu teknik penempelan potongan iklan bioskop dan tiket pertunjukan dalam karya-karyanya, seperti Orang-Orang Bloomington dan Olenka. Karya berupa novel yang sudah diterbitkan adalah; Olenka (1983), Ny. Talis (1996), dan Rafilus (1988). Kumpulan cerita pendek yang telah dibukukan adalah Orang-Orang Bloomington (1980). Selain itu, karyanya yang berupa esai dan telah diterbitkan antara lain; Solilokui (1983), Sejumlah Esai Sastra (1984), Harmonium (1996), dan Foto Sengring (2005). Beberapa karya Budi Darma yang berbentuk cerita pendek pernah ditransformasikan dalam bentuk drama, yaitu Orez, yang dipentaskan mahasiswa ISI Yogyakarta, dan Kritikus Adinan, yang dipentaskan mahasiswa STSI Bandung.

Karena besar pengaruh dan perannya dalam sastra, Budi Darma mendapat hadiah penghargaan dari berbagai pihak, antara lain: (1) Hadiah Pertama Sayembara Mengarang Naskah Roman Dewan Kesenian Jakarta atas novelnya Olenka (1980), (2) Penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta atas novelnya, Olenka, sebagai novel terbaik (1983), (3) Penghargaan Sea Write Award dari pemerintah Thailand atas karyanya yang berjudul Orang-Orang Bloomington (1984), (4) Penghargaan Anugerah Seni dari pemerintah Indonesia (1993), (5) Penghargaan dari Kompas atas cerpennya, “Derabat”, sebagai cerpen terbaik (1999).