Gambar: https://www.pinterest.com.au/pin/345440233911265311/

Gambar: https://www.pinterest.com.au/pin/345440233911265311/

Seorang gadis kecil yang tinggal di dekat hutan bersama keluarganya. Kebiasaannya ketika keluar rumah adalah memakai kerudung merah. Seolah-olah ia tidak memiliki kerudung dengan warna lainnya. Entahlah, mungkin merah adalah warna favoritnya. Kebiasaan itu akhirnya juga melekat pada namanya, orang-orang desa menyebut gadis berkerudung merah.

Gadis itu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan neneknya. Setiap ada waktu senggang, ia akan menyempatkan diri menengok neneknya. Begitu pula saat ini, ia berkata kepada ibunya, ingin mengunjungi rumah neneknya.

“Ya. Bawakanlah makanan untuk nenek. Ambil saja di lemari makanan yang menurutmu disukai nenek.” Gadis itu lalu menuju ke dapur untuk mengambil keranjang makanan dan membuka lemari makanan. Ya. Mereka memang kerap memiliki simpanan makanan. Jika musim berganti dan kebun tak bisa menghasilkan makanan, mereka tidak perlu khawatir.

Setelah semua bekal sudah siap, giliran gadis itu menata dirinya. Tak lupa ia menutupi kepalanya dengan kerudung warna merah. Kemudian ia pamit kepada ibunya dan melangkah. “Ingat, jalan terus. Jangan berlengah-lengah di jalan, dan jangan berbicara dengan orang asing! Hutan sangat berbahaya!” pesan ibunya.

“Iya, Ibu. Ini kan bukan pertama kalinya aku ke rumah nenek. Aku sudah hafal.” Jawab gadis itu disambut senyuman ibunya.

Meski ia ingat pesan ibunya, namun di sisi kanan dan kiri menuju ke rumah neneknya banyak dihiasi oleh bunga-bunga beraneka jenis dan warnanya. Bahkan, ia sempat mengambil beberapa jenis bunga yang harum baunya. Asyik dengan bunga-bunga, gadis berkerudung merah tidak menyadari bahwa ada yang sedang mengawasinya. Tibalah di tempat yang jauh dari keramaian, seekor serigala mundul di sampingnya.

“Apa yang kamu lakukan gadis kecil?” tanya serigala menyeringai.

“Aku mau mengunjungi rumah nenek!” jawab Gadis berkerudung merah. Seketika itu, ia sadar bahwa jika ia bercakap dengan orang asing. Dan jika diteruskan, ia akan terlambat sampai di rumah neneknya. Dengan tergesa ia berpamitan pada serigala dan mempercepat langkahnya hampir seperti berlari.

Sementara itu, serigala yang menjadi ancaman gadis berkerudung merah itu, mengambil jalan pintas agar bisa sampai di rumah nenek sebelum gadis berkerudung merah. Serigala itu lapar, dan gadis itu tentu akan menjadi makan malamnya yang nikmat.

Begitu sampai di rumah nenek, serigala mengetuk pintu. Beberapa saat tak ada jawaban, namun terdengar suara kaki dari dalam. Serigala itu mengetuk lagi. Kali ini dijawab.

“Silahkan masuk, Sayang. Nenek khawatir terjadi susuatu padamu di hutan,” kata nenek mengira yang mengetuk pintu adalah cucunya.

Begitu pintu dibuka, serigala itu langsung melompat dan menerkam nenek. Tak sempat memberikan perlawanan, nenek akhirnya terjatuh dan pingsan. Serigala itu menyeret nenek dan menyembunyikannya di tempat aman. Dan kini, serigala itu menyamar sebagai nenek. Ia menggunakan pakaian dan pernak-pernik yang biasa digunakan nenek. Tak lupa, ia mengubah nada suaranya seperti suara nenek. Tak selang lama, gadis berkerudung merah itu datang dan mengetuk pintu. Beberapa kali diketuk, serigala itu baru menjawabnya.

“Siapa itu?” serigala bertanya sambil menirukan suara sang nenek.

“Ini aku, cucu Nenek,”

“Oh, Sayangku. Kemarilah, nenek sudah menunggumu dari tadi!”

Tak menunggu lama karena sedikit ketakutan, gadis berkerudung merah masuk ke dalam rumah nenek, sambil sebelumnya mengamati keadaan di luar.

“Nenek, kenapa suaramu berbeda, apakah nenek sedang sakit?” tanya cucunya.

“Oh, iya. Nenek hanya sedang tidak enak badan,”

“Tapi Nenek, mengapa kamu mempunyai telinga yang besar?”

“Tentu saja agar bisa mendengar suaramu yang indah dengan baik,”

“Tapi Nenek, Mengapa kamu mempunyai mata yang besar,”

“Tentu saja agar bisa melihatmu dengan baik, Sayang,”

“Tapi Nenek, mengapa kamu mempunyai gigi yang besar dan runcing,”

“Tentu saja untuk memakanmu! Hahahaaha…” serigala pun berjalan dan mengejar gadis kecil itu. Kini ia tak lagi berpura-pura sebagai nenek.

Nyaris terlambat, gadis berkerudung merah menyadari, bahwa orang tua yang diatas tempat tidur bukan neneknya, akan tetapi serigala yang lapar. Gadis berkerudung merahpun melompat dan berlari keluar rumah dan menutup pintu dari luar.

“Tolong, tolong ada serigala mau memakanku,” teriak gadis berkerudung merah meminta tolong.

Kebetulan, seorang pemburu mendengar suaranya dan berlari ke sumber suara secepatnya. Dilihatnya seorang gadis memegangi pintu untuk menahan agar tak bisa dibuka. “Di mna serigala itu?” tanya tukang kayu itu.

“Dia ada di dalam gubuk nenek,” Akhirnya pemburu itu masuk ke dalam gubuk dan menembak sang serigala. Mereka kemudian mencari nenek yang tadi pingsan. Nenek berhasil ditemukan, nenek dan cucunya mengucapkan terima kasih kepada pemburu. Dan mereka makan bersama.

 

 

 

Diambil dari buku:

100+ Dongeng Terpopuler dari Berbagai Negara

Penulis: Kak Rus FM

Penerbit: Carissa Publisher