Menu

Mengenal Diri Melalui Budaya Bangsa

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. mengajak kepada para siswa untuk lebih mengenal budaya sendiri daripada budaya lain. Menurutnya, budaya adalah bagian dari identitas seseorang, tak mengetahui budaya sendiri berarti tak mengenal diri sendiri.

Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan mengambil tema “Membekali Generasi Emas Bangsa Indonesia dengan Nilai-Nilai Luhur Berbangsa dan Bernegara” di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Nologaten, Depok, Sleman, pada Selasa (07/05/2024).

“Bangsa yang hebat adalah bangsa yang kuat budayanya. Dengan kebudayaan ini, orang-orang bisa kagum dengan kita,” tutur Gus Hilmy.

Lebih lanjut, Gus Hilmy mencontohkan negara Maroko di mana baru-baru ini beliau berkunjung ke negeri Magribi tersebut. “Di pasarnya Maroko, ada produksi besar berbahan kulit. Ada produksi penyamaan kulit binatang. Mereka bersaing dengan produk-produk Eropa yang kini mulai berpindah ke kulit sintetis. Konsistensi Maroko ini menjadi perhatian dunia. Meskipun sintetis lebih murah, tapi secara kualitas kulit asli jauh lebih bagus. Ini berlaku juga untuk produksi kulit di Garut. Berlaku juga untuk batik tulis dan batik cap di Indonesia, dan sebagainya. Artinya, Maroko bisa mempertahankan tradisi dan budayanya sehingga menjadi negara yang kuat dan tradisinya,” jelasnya.

Baca Juga Artikel Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Gus Hilmy menekankan bahwa sebagai pemilik kebudayaan, seseorang tidak boleh malu pada budayanya sendiri, meski cukup berbeda dengan budaya lainnya.

“Kita juga demikian, sebagai bangsa Indonesia, kita wajib mempertahankan tradisi dan budaya kita. Sebab itu adalah identits kita. Kita tidak boleh malu menggunakan peci, sarung, yang memang menjadi identitas kita. Kita menjadi Islam, tapi tidak perlu menjadi Arab. Tidak perlu juga menjadi Barat. Kita tetap harus menjadi muslim Indonesia,” katanya.

Sementara itu, tuan rumah pengasuh PP Wahid Hasyim Drs. KH. Jalal Suyuti menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk diikuti oleh para siswa karena dapat membuka wawasan mereka. Terlebih Gus Hilmy merupakan sosok yang inspiratif.

“Sebagai anggota MPR, beliau memiliki pandangan yang luas dan mendunia. Dengan demikian, para peserta dapat mengambil pelajaran dari beliau. Beliau ini bisa menjadi sosok inspiratif bagi para peserta agar ke depan memiliki cita-cita yang tinggi,” pungkasnya.

Tuliskan komentar