Menu

Kendala Guru dalam Melaksanakan Kurikulum Sekolah Penggerak pada Masa Pandemi Covid-19 | Al Hamda Niqmatu Shalihah

Tawaran Solusi

Perubahan zaman yang terjadi saat ini tidak dapat kita kehendaki atau batasi. Perubahan tersebut karena manusia dan lingkungannya mesti tetap mengikuti perubahan demi menciptakan berkembangnya peradaban, untuk itu pendidikan juga mesti mengikuti perubahan. Pendidikan atau ilmu pengetahuan tidak boleh stagnan dengan situasi zaman yang berubah. Stagnan yang artinya akan menghadirkan kondisi dimana manusia tidak berkembang. 

Konsep pendidikan dalam merespon hal tersebut yakni dengan cara digantinya kurikulum yang baru sebagai bentuk solusi positif yang dilakukan guna menjelaskan pola pikir di zaman berkembang saat ini. Kemudian, untuk pergantian kurikulumnya juga tidak luput dari adanya respon negatif maupun positif.

Hal tersebut juga akan berdampak bagi guru selaku ujung tombak atau penyampai kurikulum. Terdapat empat kendala yang dirasakan oleh guru dalam proses penerapan sekolah penggerak,  diantaranya yang pertama adalah alur maksud pembelajaran kurikulum sekolah penggerak. Kedua, manajemen ruang dalam menerapkan pembelajaran kurikulum sekolah penggerak. Ketiga, manajemen waktu pelatihan kurikulum sekolah penggerak dan yang terakhir adalah minimnya informasi kurikulum sekolah penggeraknya. 

Dari keempat kendala tersebut menjadi sebuah hal yang wajar dalam proses perubahan kurikulum yang sampai saat ini. Tentunya kendala-kendala yang terjadi tersebut bisa diberikan solusi yaitu dengan cara guru harus mempunyai akses digital misalnya laptop, gawai, dan akses internet yang memadai agar seluruh kendala terkhusus lagi pada manajemen ruang dapat teratasi. 

Kemudian guru juga harus lebih berpikir lebih kritis untuk hal memanajemen ruang maupun waktu karena masih dalam keadaan serba terbatas. Selain itu, untuk merespon hal tersebut terdapat solusi untuk menjawab kendala yang di atas yaitu guru sendiri yang harus mengarahkan kemandiriannya untuk mengatasi solusi yang ada, karena guru yang adalah perantara mengenai yang diharapkan para perumus kurikulum dengan hasil implikasi pada peserta didik. 

[button link=”https://sukusastra.com/category/sastra/nonfiksi/” type=”big” newwindow=”yes”] Baca Juga Kumpulan Artikel Suku Sastra[/button]

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ardliyanto, A. (2013). Guru Kesulitan Terapkan. Retrieved September 11, 2021, From Retrieved From Http://Koransindo.Com/Node/342503

Caswel, R. D. (1974). Curriculum Improvement: Decision Making And Process . Boston: Allyn Bacon Inc.Ika Krisdiana, D. A. (2014). Analisis Kesulitan Yang Dihadapi Oleh Guru Dan Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Matematika (Studi Kasus Eks-Karesidenan Madiun). Jurnal Ilmiah Pendekatan Matematika , 4.

Sucik, Rahayu; Dwi, Vianita; Susana, Aditiya; Nuriana, Eka; Nuriani, Dwi. (2021) Hambatan Guru Sekolah Dasar Dalam Melaksanakan Kurikulum Sekolah Penggerak Dari Sisi Manajeman Waktu Dan Ruang Di Era Pandemi Covid-19 5 Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol 5 No 3.

Nurkholis. 2013. Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Tekonologi. Jurnal Kependidikan, Vol. 1 No. 1 Nopember

Retnawati, H. (2015). Hambatan Guru Matematika Sekolah Menengah Pertama Dalam Menerapkan Kurikulum Baru. Jurnal Cakrawala Pendidikan, , 8.

Susilo, M. J. (2007). Ktsp : Manajemen Pelaksanaan Dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Tuliskan komentar